Skip to content

Acam, SE : Rumah Betang Simbol Pelestarian Budaya Dayak di Kabupaten Sanggau

Rumah Betang Mongo Tapis, sebuah rumah tradisional Dayak, akan segera diresmikan di Kabupaten Sanggau Kecamatan Tayan Hilir. Peresmian ini diharapkan dapat memperkuat keberlangsungan dan pelestarian budaya Dayak di daerah kecamatan Tayan Hilir. Sebelumnya, Acam, SE wakil ketua DPRD Sanggau dan ketua DPC Hanura Kab. Sanggau yang merupakan Dewan Pertimbangan DAD Kec. Tayan Hilir Kabupaten Sanggau telah melakukan rapat koordinasi bersama pengurus DAD Tayan Hilir, dan pada hari sebelumnya koordinasi bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

Rumah Betang Mongo Tapis

Dalam rapat tersebut, Bapak Acam, SE dan PGI membahas berbagai agenda terkait kemajuan PGI ke depan, yang merupakan salah satu bentuk upaya pelestarian dan pemeliharaan Gereja di Kabupaten Sanggau. Acam, SE juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau untuk turut serta mendukung upaya pelestarian budaya Dayak dengan menghadiri peresmian rumah Betang.

Rumah Betang sendiri memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Rumah Betang adalah simbol dari keberadaan masyarakat Dayak yang hidup berkelompok dalam suatu komunitas. Di dalamnya terdapat beberapa kamar yang dihuni oleh beberapa keluarga. Rumah Betang juga merupakan tempat berkumpulnya masyarakat Dayak dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Pengurus DAD Kecamatan Tayan Hilir

Pembangunan rumah Betang Mongo Tapis ini merupakan hasil kerja sama antara DAD Tayan Hilir dengan masyarakat sekitar. Pembangunan rumah Betang tersebut merupakan salah satu upaya pelestarian budaya Dayak yang semakin langka di masa kini.

“Peresmian rumah Betang ini akan menjadi momen penting bagi masyarakat Dayak di Kabupaten Sanggau. Selain sebagai sarana pelestarian budaya Dayak, peresmian ini juga akan menjadi ajang promosi wisata budaya bagi masyarakat di luar daerah. Masyarakat akan dapat belajar tentang keunikan dan keindahan budaya Dayak melalui rumah Betang Mongo Tapis ini.” demikian kata ketua DAD Tayan Hilir Yanto Laung.

“Kita sebagai masyarakat harus berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian budaya Dayak. Dukungan dari masyarakat sangat penting dalam mempertahankan tradisi dan warisan budaya yang dimiliki. Mari kita bergandengan tangan untuk melestarikan rumah Betang dan budaya Dayak yang semakin langka ini” demikian tutup Acam, SE

Sumber saduran :

https://dpchanurasanggau.or.id/acam-se-temu-dengan-pgi-dan-dad-kec-tayan-hilir/
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »