Skip to content

Dalam Dinamika Politik: Kawan dan Lawan yang Selalu Berubah

Kalbarinformasi.com. Dalam perjalanan panjang politik Indonesia, seringkali kita melihat dinamika yang mengubah arah dan orientasi para pemimpin dan elit politik. Pilpres terakhir menghadirkan situasi yang sangat menarik: Prabowo, yang sebelumnya menjadi lawan politik utama Jokowi, sekarang memiliki anak sulungnya sebagai cawapres Prabowo. Begitu juga Mahfud, yang dulu menjadi bagian dari tim pemenangan Prabowo, kini mendukung dan Cawapres Ganjar, yang menjadi lawan politik Prabowo. Anies pun melalui transformasi serupa, dengan pengalaman menjadi rekan setim Jokowi dan Prabowo, hanya untuk kemudian berada di posisi yang berseberangan dengan keduanya.

Namun, pesan moral yang ingin disampaikan melalui dinamika politik ini adalah sebuah pelajaran berharga bagi kita semua. Dalam politik, tidak ada kawan atau lawan yang abadi. Yang abadi adalah kepentingan politik. Elite politik bisa dengan mudah berpindah haluan, dari menjadi musuh menjadi kawan, atau sebaliknya. Dalam konteks ini, penting bagi kita sebagai warga negara biasa atau warga sipil untuk tidak terperangkap dalam konflik politik yang terus berubah.

Pesan ini mengingatkan kita bahwa persahabatan, persaudaraan, dan solidaritas sosial adalah nilai-nilai yang jauh lebih berharga daripada komplik perbedaan dalam pilihan politik. Para politisi mungkin memiliki peran dan kepentingan mereka sendiri, tetapi kita sebagai masyarakat harus tetap menjaga hubungan baik dengan tetangga, kawan, sahabat, dan saudara. Meskipun pilihan politik kita berbeda, hal itu tidak seharusnya merusak tali persahabatan dan persaudaraan yang sudah terjalin dengan baik.

Sebagai warga negara yang santun dan bijaksana, marilah kita tetap tenang dan menghormati perbedaan pendapat. Pilihan politik adalah hak asasi setiap individu, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga damai dan kerukunan di tengah perbedaan ini. Jangan biarkan politik memisahkan kita dari orang-orang terdekat. Tetaplah menjalin silaturahim, karena damai itu indah. Saling menjaga persaudaraan dan persahabatan adalah modal berharga untuk membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera. (Sumber foto CNBC Indonesia).

Noname

Salam Sahabat,
Kita Tetap Bersatu dan Damai.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »